Sebelumnya saya pernah membahas mengenai cara instalasi LAMP (Linux, Apache, MariaDB/MySQL, PHP). Artikel kali ini masih seputar web server yakni menggunakan LEMP.

LEMP adalah kependekan dari (Linux, Nginx , MariaDB/MySQL, dan PHP). Jika Anda perhatikan mengapa menggunakan kependenkan dengan kata LEMP bukan LNMP? Dikarenkan Nginx itu dibaca Engine X makanya digunakan singkatan LEMP.

Tahap Pemasangan

Pengguna Ubuntu/Debian

sudo apt-get install nginx php5 php5-fm php5-gd php5-mcrypt mysql-server

Pengguna Fedora 21 ke bawah, Centos dan RHEL

sudo yum install epel-release
sudo yum install nginx php php-fpm php-gd php-mcrypt mysql-server
**NB:** Pengguna **Fedora 21** sampai ke atas sama dengan perintah sebelumnya, hanya mengganti yum dengan dnf.

Pengguna Archlinux

Khusus Pengguna Archlinux MySQL sudah tidak berada dalam lumbung resmi (_official repository_) jadi kita gunakan MariaDB.
sudo pacman -S php nginx php-fpm php-gd php-mcrypt
## Tahap Konfigurasi

Konfigurasi PHP

Setelah proses instalasi selesai langkah selanjutnya adalah tahap konfigurasi agar Nginx dapat menjalankan PHP.

Pengguna Debian/Ubuntu

sudo nano /etc/nginx/sites-available/default

Pengguna Fedora/Centos/RHEL dan Archlinux

sudo nano /etc/nginx/nginx.conf
Lalu kemudian Anda cari server .Jika Anda menggunakan nano tekan tombol CTRL+W. Dan rubah skripnya menjadi demikian:
server {
    listen   80 default_server;
    listen   [::]:80 default_server;
    server_name  localhost;
root  /usr/share/nginx/html;
index index.php index.html index.htm;

location / {
    try_files $uri $uri/ /index.php?$args;
}

location ~ \.php$ {
    try_files $uri =404;
    fastcgi_intercept_errors on;
    fastcgi_pass unix:/run/php-fpm/php-fpm.sock;
    fastcgi_index index.php;
    fastcgi_param  SCRIPT_FILENAME  $document_root$fastcgi_script_name;
    include fastcgi.conf;
}

 #error_page  404              /404.html;

 # redirect server error pages to the static page /50x.html

  error_page   500 502 503 504  /50x.html;
  location = /50x.html {
       root   /usr/share/nginx/html;
   }


    # deny access to .htaccess files, if Apache's document root
    # concurs with nginx's one
    #
    location ~ /\.ht {
        deny  all;
    }

}

Perhatian : Skrip di atas hanya untuk pengguna Archlinux. Untuk Pengguna Fedora dan Centos pada baris 15 dan 18. Yakni fastcgi_pass unix:/run/php-fpm/php-fpm.sock; dan include fastcgi.conf; ganti dengan:

fastcgi_pass php-fpm;
include fastcgi_params;

Pengguna Debian atau Ubuntu:

fastcgi_pass unix:/var/run/php5-fpm.sock;
include fastcgi_params;

Perhatian skrip di atas untuk meletakan berkas php atau html berada pada direktori /usr/share/nginx/html. Untuk Menggantinya lihat baris ke-6 yakni pada root /usr/share/nginx/html; Anda bisa ganti menjadi apapun direktorinya.

Setelah selesai langsung saja restart Nginx dan php-fpm nya.

Pengguna Systemd:

sudo systemctl restart php-fpm nginx

Pengguna SysVinit:

sudo service nginx restart
sudo service php-fpm restart

Pengaturan _Database_

Pengaturan database pada MariaDB atau MySQL bisa menggunakan:
sudo mysql_secure_installation
Di sana Anda akan dimintai password dari root akun MariaDB/MySQL Anda. ## Tahap _Testing_ Selanjutnya tahap untuk percobaan apakah PHP sudah berjalan di Nginx atau belum dengan cara membuat satu buah berkas di /usr/share/nginx/html dengan cara di bawah ini:
sudo nano /usr/share/nginx/html/index.php
lalu masukan skrip berikut:
<?php
phpinfo();
Jika hasilnya sudah demikian seperti _screenshot_ di bawah ini, maka PHP sudah dapat berjalan di Nginx Anda. lemp-sukses

Semoga bermanfaat ?