www.situsali.com
Tempatnya Belajar Pemrograman Web
Loading...
Menus

PHP

Setting Linter WordPress Coding Standard di ViM dan Visual Studio Code
Setting Linter WordPress Coding Standard di ViM dan Visual Studio Code

Sebelum membuat plugin atau theme WordPress ada kiranya kita perlu mempelajari coding standard, buat apa? Supaya code yang kamu tulis bisa seragam, sehingga kalau ada orang yang ingin bantu kontribusi, minimal ia bisa paham codemu.

Install PHP 8.0 di Fedora 32/33
Install PHP 8.0 di Fedora 32/33

PHP 8 sudah dirilis secara official sejak tanggal 26 Desember 2020 kemarin. Hadirnya PHP 8 membawa banyak perubahan.

Menampilkan Hasil Query dinamis MySQL ke Table dengan PHP
Menampilkan Hasil Query dinamis MySQL ke Table dengan PHP

Pendahuluan

Di kantor saya ditugaskan membuat semacam custom report dari Magento, yang mana report tersebut diambil langsung dari database dengan menggunakan query dari MySQL. Dalam pengerjaan tersebut, saya membuat semacam table generator yang bersumber dari hasil query. Kemudian disajikan dalam bentuk berkas .csv yang nantinya dapat diolah dengan MS Excel atau sejenisnya.

Dari hasil kerjaan tersebut, saya mencoba menuangkannya dalam bentuk artikel. Akan tetapi, tidak 100% sesuai dengan kode sumber yang saya buat di kantor. Hanya dasarnya saja yang saya bagikan di sini, selebihnya nanti kalian bisa kembangkan sendiri.

Mengatasi Galat “1071 Specified key was too long” Saat Melakukan Migration di Laravel 5.4
Mengatasi Galat “1071 Specified key was too long” Saat Melakukan Migration di Laravel 5.4

Laravel pada versi 5.4 telah melakukan perubahan asali (default) pada_ character set _dengan menggunakan utf8mb4 pada basisdatanya (database). Dengan utf8mb4 inilah, memungkin kita dapat menyimpan karakter berupa emoji ke dalam basis data (database).

Namun, masalah baru akan muncul, ketika kita menggunakan MySQL lebih rendah di bawah versi 5.7.7 (< 5.7.7) atau MariaDB lebih rendah di bawah versi 10.2.2 (< 10.2.2). Pada saat kita melakukan migrasi basis data (database migration) menggunakan artisan. Ia akan memunculkan galat (error) seperti berikut:

Composer Dengan Repositori Localhost
Composer Dengan Repositori Localhost

Umumnya untuk memanfaatkan Composer kita wajib daring (online) untuk memanggil repositori yang berada pada situs packagist.org. Otomatis dengan demikian, jika kita ingin membuat dependensi harus diunggah ke sana terlebih dahulu. Lalu bagaimana jika kita tidak ingin mengunggah dependensi ke packagist.org namun tetap dapat menggunakan Composer? Yakni, gunakan repositori dari localhost.

Dasar-Dasar Menggunakan Composer (Dependency Manager for PHP)
Dasar-Dasar Menggunakan Composer (Dependency Manager for PHP)

Membangun suatu proyek pemerograman PHP dari awal (from scratch), itu membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Untuk mempercepat progres, biasanya kita menggunakan framework. Namun, jika Anda termasuk orang yang tidak ingin mengikuti atau mempelajari lagi aturan PHP framework yang beredar, dan tetap menggunakan metode OOP (Object Oriented Programming), Anda bisa memanfaatkan pustaka (library) atau dependensi yang ada. Jadi dengan demikian proyek yang Anda buat, tetap pada aturan dari kode sumber Anda sendiri.

Sejak adanya Composer mempermudah kita dalam tahap pengembangan proyek pemerograman PHP. Composer adalah suatu tool yang digunakan untuk memasang paket pustaka dependensi yang dibutuhkan dalam project pemerograman PHP. Composer ini cara kerjanya mirip dengan menejer paket pada GNU/Linux, seperti apt, dnf, pacman dan lain sebagainya. Kita cukup menuliskan nama paket yang dibutuhkan dengan perintah-perintah tertuntu.